Kerjasama ITMB Muhammadiyah Bali dengan Nissan Motor Indonesia dan Petani Desa Pegayaman

  • I Wayan Wardana
  • Jun 05, 2024
ekonomi

Bali, 5 Juni 2024 – Institut Teknologi dan Manajemen Bisnis (ITMB) Muhammadiyah Bali mengadakan acara penting yang melibatkan kerjasama dengan Nissan Motor Indonesia, petani di Desa Pegayaman, serta berbagai praktisi dan akademisi terkemuka. Acara ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Nissan Motor Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Pegayaman melalui dukungan dan pemberian bibit gamal.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Rektor dan dosen dari ITMB Muhammadiyah Bali. Selain itu, acara ini juga melibatkan dua praktisi terkenal, yaitu Bapak H. Supriyo Guntoro, seorang tenaga ahli penaiunan dari BPTP Bali, dan I I Wayan Wardana dari KIM Balisariwangi, yang bertanggung jawab atas pengadaan bibit gamal serta praktisi integrasi perkebunan kopi dengan peternakan kambing.

Lokasi pertemuan ini diadakan di Sekretariat Kelompok Desa Pegayaman, yang menjadi pusat kegiatan dan diskusi antara para pihak terkait. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para petani di Desa Pegayaman melalui program-program berkelanjutan yang akan membantu meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka.

Rektor ITMB Muhammadiyah Bali menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Nissan Motor Indonesia atas kontribusi dan dukungannya dalam program ini. "Kerjasama ini merupakan langkah penting untuk mendorong pengembangan pertanian di Desa Pegayaman dan sekitarnya. Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani melalui pengetahuan dan teknologi yang kami miliki," ujar beliau.

Bapak H. Supriyo Guntoro juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam meningkatkan hasil pertanian. "Dengan adanya dukungan dari Nissan Motor Indonesia, kami optimis bahwa program ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi petani di Desa Pegayaman," tambahnya.

I I Wayan Wardana dari KIM Balisariwangi menambahkan, "Integrasi antara perkebunan kopi dan peternakan kambing yang kami usulkan diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Bali."

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program-program serupa di masa depan, yang melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.