Bertempat di Aula Ruang Rapat Kantor Perbekel Sepang, Pemerintah Desa Sepang menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting Desa Sepang Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa, pada Jumat (27/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Sepang beserta perangkat desa, Ketua dan Anggota BPD, LPM Desa Sepang, Camat Busungbiu, Pendamping Desa, Bidan Desa, Kepala Puskesmas Busungbiu II, Kader Posyandu se-Desa Sepang, Ketua TP PKK Sepang, PLKB Busungbiu, serta perwakilan tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani kasus stunting secara komprehensif.
Rembuk Stunting merupakan forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengintegrasikan program, dan merumuskan langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan stunting. Pada forum ini, peserta tidak hanya melakukan evaluasi terhadap capaian program sebelumnya, namun juga mengidentifikasi berbagai tantangan lapangan serta menyusun rencana tindak lanjut yang terukur.
Pembahasan meliputi berbagai aspek penyebab stunting, mulai dari gizi, sanitasi, ketersediaan air bersih, pola asuh, hingga edukasi masyarakat. Melalui pendekatan konvergensi program, intervensi yang dijalankan diharapkan saling mendukung dan memberikan dampak signifikan, seperti program makanan tambahan yang disertai edukasi gizi, sanitasi lingkungan, serta peningkatan akses layanan kesehatan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjadi agen perubahan. Para pihak yang hadir diharapkan berperan aktif dalam menerapkan hasil kesepakatan rembuk di wilayah kerjanya masing-masing.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor, Desa Sepang bertekad untuk terus mengawal upaya percepatan penurunan stunting demi mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.